Masuk

Ingat Saya

Membentuk Pemuda Intelegensia

Membentuk Pemuda Intelegensia
Oleh: Lukman Hakim
Saya memiliki cita-cita seperti ini, mungkin ini bisa juga masuk kategori cerita. Seharusnya pemuda kita itu kuat dan tangguh, serta bermentalkan baja. Untuk mencapai itu semua butuh pembinaan atau perkaderan secara serius. Mungkin kalau kita tahu cerita wayang, tidak asing dengan tokoh Gatotkoco, dia bisa hebat setelah menjalani laku topo di kawah condrodimuko. Dalam konteks pemuda ini sangat berkaitan. Tantangan kita sekarang maraknya ideologi teroris menyasar pemuda dengan media dunia maya. kita harus membentengi pemuda, salah satunya dengan merekayasa atau mencetak pemuda yang tangguh dan beridealisme kuat.
Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Nah dari pemaparan di atas, tentang jiwa intelegensia dan jiwa ksatria Gtaotkaca harus tertanam dalam diri pemuda kita, biar kuat tidak kalah dengan terorisme. Bagaimana kira-kira langkah untuk merekayasanya?..ada beberapa langkah dalam fersi saya yaitu:
1. Pemuda harus belajar giat, rajin dan tekun. Fokus pada bidangnya masing-masing. Yakni seorang pemuda harus pandai, tidak boleh bodoh. Otomatis pendidikan menjadi prasarat yang mutlak dijalani.
2. Pemuda harus bervisi intelektual organik. Intelektual organik yaitu intelektual yang menyatu dengan realitas masyarakat. Intelektual organik dalam setiap pikirannya selalu berwawasan futuristik, tentang bagaimana ilmunya bisa mampu menjadi pemecah masalah di masyarakat dan berkontribusi riil bagi umat manusia.
3. Pemuda ketika belajar harus ikut organisasi kemahasiswaan baik intra maupun eksta. Penting, bahwa kepandaian saja tidak cukup, harus ditopang dengan kemampuan leadhership yang tangguh, biar dia bisa menjadi pemimpin kelak di masanya. Karena era modern sekarang ini, pelajar kita semakin jauh dari dunia organisasi kampus atau sekolah. Mereka pengen cepet lulus dan bekerja.
4. Mencetak pemuda yang berwawasan futuristik. Yakni pemuda yang berfikiran jauh ke depan. Pemuda seperti ini selalu memikirkan masyarakat, negara dan bangsa. bukan berfikir secara individualistik, tentu ini yang sekarang dominan.
Kira-kira kiat diatas bisa untuk menciptakan pemuda yang kuat dan tangguh untuk menghadapi persaingan global, termasuk menghadapi propaganda teroris yang semakin hari semakin masif dan terarah. Maka dari itu, jelas kita harus melawan, dengan menyiapakan generasi muda progresif siap menangkal penyebaran ideologi terorisme di dunia maya.#DUTADAMAIDUNIAMAYA#

Dengan